TKDN 80 Persen Jadi Target, Industri Kendaraan Listrik Masih Hadapi Tantangan Bahan Baku
TKDN 80 Persen Jadi Target, Industri Kendaraan Listrik Masih Hadapi Tantangan Bahan Baku---ALVA
JAKARTA, DUNIASCOOTER.COM -- Pengembangan ekosistem kendaraan listrik Indonesia didorong agar tidak sekadar mengikuti tren pasar.
Industri nasional perlu memperkuat rantai pasok komponen untuk mengurangi ketergantungan impor.
Ketua Tim Kunjungan Kerja Panja Komisi VII DPR RI, Evita Nursanty, menyoroti pentingnya peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
Menurutnya, penguatan industri kendaraan listrik harus dilakukan dari sektor hulu hingga hilir.
Ketersediaan material lokal menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kandungan dalam negeri.
BACA JUGA:GIIAS Semarang 2026 Kembali Digelar, Bawa Puluhan Merek dan Aktivitas Otomotif Interaktif
IBC Dinilai Penting Tingkatkan TKDN
Evita menilai percepatan operasional Indonesia Battery Corporation (IBC) menjadi bagian penting dalam pengembangan industri kendaraan listrik nasional.
Saat ini, sejumlah bahan baku untuk komponen kendaraan listrik masih mengandalkan pasokan impor.
Kondisi tersebut menjadi tantangan dalam meningkatkan TKDN produk kendaraan listrik.
“Sekarang ini kan sebenarnya masalah yang mereka hadapi ini adalah bahan baku, baterai, plastiknya. Itu kan masih impor kita,” tegas Evita.
Ia mendorong produksi baterai nasional segera direalisasikan untuk memperkuat struktur industri kendaraan listrik.
Langkah tersebut diharapkan membantu peningkatan TKDN dari 60 persen menuju 80 persen.
Pernyataan tersebut disampaikan saat Kunjungan Kerja Panja RUU Kawasan Industri Komisi VII DPR RI.
Kegiatan berlangsung di fasilitas PT Ilectra Motor Group (ALVA), Delta Silicon Industrial Park.
Temukan konten Duniascooter.com menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-