TKDN 80 Persen Jadi Target, Industri Kendaraan Listrik Masih Hadapi Tantangan Bahan Baku

TKDN 80 Persen Jadi Target, Industri Kendaraan Listrik Masih Hadapi Tantangan Bahan Baku

TKDN 80 Persen Jadi Target, Industri Kendaraan Listrik Masih Hadapi Tantangan Bahan Baku---ALVA

BACA JUGA:Korlantas Polri Perkuat Layanan Digital, Hadirkan Empat Inovasi Baru

Kendaraan Listrik Harus Berikan Efisiensi

Selain meningkatkan TKDN, pengembangan kendaraan listrik juga diharapkan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Efisiensi biaya operasional menjadi salah satu manfaat yang disoroti.

Evita menyebut kendaraan listrik dapat membantu masyarakat mengurangi pengeluaran untuk bahan bakar.

Namun, manfaat tersebut perlu didukung layanan purnajual yang mudah dijangkau.

“Dengan motor listrik ini kan terjadi efisiensi. Saya baca presentasi dari PT ALVA, mereka itu sudah punya after care-nya di 130 titik,” ujarnya.

Saat ini, layanan after-care ALVA tersebar di sejumlah wilayah, termasuk Pulau Jawa, Makassar, dan Bali.

Evita berharap cakupan layanan tersebut dapat berkembang secara nasional.

BACA JUGA:Green SM Tawarkan Motor Listrik untuk Driver, Bisa Sewa atau Pilih Skema Kepemilikan

Industri EV Butuh Investasi dan Teknologi

CEO ALVA Purbaja Pantja mengatakan industri kendaraan listrik nasional masih membutuhkan penguatan investasi.

Pengembangan teknologi dan skala ekonomi juga diperlukan untuk memperkuat industri.

Menurut Purbaja, komponen elektrikal dan baterai membutuhkan pengembangan teknologi serta investasi agar kemampuan industri nasional semakin kuat.

“Untuk komponen yang berhubungan dengan electrical atau baterai, industri nasional masih memerlukan penguatan dari sisi teknologi, skala ekonomi, dan investasi,” jelas Purbaja.

ALVA juga menerapkan konsep smart manufacturing berbasis industri 4.0 dalam fasilitas produksinya.

Pendekatan tersebut digunakan untuk mendukung proses manufaktur yang terukur.

Temukan konten Duniascooter.com menarik lainnya di Google News

Tag
Share
Berita Lainnya