Sertifikasi TKDN Jadi Tantangan Industri Otomotif di Tengah Transisi Kendaraan Listrik
Sertifikasi TKDN Jadi Tantangan Industri Otomotif di Tengah Transisi Kendaraan Listrik---Sekretariat Presiden
JAKARTA, DUNIASCOOTER.COM -- Sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) menjadi salah satu pembahasan dalam pertemuan pemerintah dengan pelaku industri otomotif dan mitra Jepang di Nagoya.
Pembahasan tersebut berlangsung dalam Business Discussion Lunch yang digelar Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada Sabtu, 19 September 2026.
Pertemuan itu dihadiri sejumlah pelaku industri otomotif nasional dan mitra Jepang, termasuk Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Denso Indonesia, Aisin Indonesia, serta Advics Indonesia.
BACA JUGA:Punya Dua Pilihan Warna Baru yang Fashionable, Segini Harga New Honda Stylo 160
Tantangan Sertifikasi di Tengah Elektrifikasi
Pelaku industri menyampaikan sejumlah masukan mengenai kondisi investasi dan perkembangan industri otomotif di Indonesia.
Salah satu persoalan yang dibahas adalah sertifikasi TKDN dalam masa transisi menuju kendaraan listrik.
Selain TKDN, pelaku usaha juga menyampaikan tantangan perizinan serta akses pembiayaan bagi industri kecil dan menengah yang menjadi pemasok sektor otomotif.
Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengatakan pemerintah menerima berbagai masukan tersebut sebagai bahan penyempurnaan kebijakan.
“Pemerintah menyambut baik seluruh masukan tersebut dan menegaskan komitmennya untuk terus menyempurnakan kebijakan,” ujar Susiwijono.
Pemerintah juga menyatakan akan mengambil langkah konkret untuk menangani berbagai hambatan investasi yang masih berlangsung.
BACA JUGA:Skuter Retro New Honda Stylo 160 Tampil Makin Stylish dengan Pilihan Warna Baru
Penguatan Rantai Pasok Jadi Perhatian
Pembahasan TKDN tersebut tidak berdiri sendiri karena berkaitan dengan upaya memperkuat industri otomotif nasional.
Susiwijono menjelaskan bahwa daya saing industri membutuhkan penguasaan teknologi, sumber daya manusia, dan ekosistem rantai pasok yang kuat.
Ketiga aspek tersebut dinilai penting untuk memperkuat industri manufaktur Indonesia, termasuk sektor otomotif dan industri komponennya.
Temukan konten Duniascooter.com menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-