Keberadaan JLNT Muara Karang diharapkan mampu membantu mengurai kepadatan kendaraan di kawasan Pluit.
Infrastruktur ini juga menjadi salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan konektivitas lalu lintas Jakarta Utara.
BACA JUGA:Sangat Berbahaya! Ini Alasan Mengapa Motor Dilarang Lewat Jalan Layang Non Tol
Sejumlah Infrastruktur Lain di Penjaringan Turut Menjadi Perhatian
Selain melanjutkan JLNT Muara Karang, Pramono turut membahas sejumlah persoalan infrastruktur dan lingkungan di wilayah Penjaringan.
Salah satu perhatian pemerintah adalah tumpukan sampah di kawasan Hutan Kota Kepanduan.
Pramono meminta Dinas Lingkungan Hidup segera menangani persoalan tersebut sebelum akhir 2026.
Ia juga menanggapi aspirasi Camat Penjaringan mengenai revitalisasi Stadion Kamal Muara.
Fasilitas olahraga tersebut selama ini menghadapi persoalan banjir rob.
Untuk penanganannya, Pramono meminta Dinas Pemuda dan Olahraga bersama Dinas Sumber Daya Air melakukan koordinasi.
Persoalan revitalisasi kawasan Kalijodo juga menjadi pembahasan dalam rapat tersebut.
Pramono menginginkan fasilitas publik itu dapat dimanfaatkan masyarakat sesuai peruntukannya.
Ia melarang praktik pungutan liar serta penggunaan area publik untuk kegiatan ilegal, termasuk konsumsi minuman keras.
Satpol PP DKI Jakarta diminta melakukan pengawasan dan penindakan terhadap berbagai pelanggaran di kawasan tersebut.
Selain itu, Pramono menyetujui rencana pelebaran Jalan Teluk Gong Raya.
Dinas Bina Marga diminta melakukan perhitungan teknis terhadap rencana pelebaran jalan sepanjang sekitar satu kilometer.
Meski sejumlah persoalan turut dibahas, penyelesaian JLNT Muara Karang menjadi salah satu prioritas pemerintah.