Menurutnya, kepolisian mengutamakan langkah pencegahan untuk menjaga mobilitas selama turnamen berlangsung.
“Kami menyadari bahwa ajang berskala internasional ini membawa kebanggaan sekaligus tantangan bagi Jawa Barat,” ujar Hendra.
Ia menjelaskan bahwa langkah preemtif dan preventif akan didukung dengan penegakan hukum selama pelaksanaan operasi.
Pengaturan tersebut diperlukan untuk menjaga kelancaran perjalanan pemain, ofisial, suporter, dan masyarakat yang melintas di sekitar stadion.
Kehadiran personel di sepanjang jalur juga diharapkan dapat mempercepat penanganan apabila terjadi kepadatan atau gangguan arus kendaraan.
BACA JUGA:Tukar Tambah Motor Lama Jadi Motor Listrik Indomobil eMotor, Ini Syarat dan Caranya
Pengamanan Jalur Jadi Perhatian
Selain mengatur arus menuju stadion, Polda Jabar juga mengantisipasi berbagai potensi gangguan selama pertandingan.
Kepolisian memberikan perhatian terhadap kejahatan jalanan, aksi premanisme, serta kemungkinan gesekan antarsuporter.
“Kami tidak akan mentolerir segala bentuk ancaman, baik itu kejahatan jalanan, aksi premanisme, hingga potensi gesekan antarsuporter,” tegas Hendra.
Pengamanan tersebut turut diarahkan untuk menjaga keselamatan pemain, ofisial, suporter, dan masyarakat selama FIFA ASEAN Cup 2026.
Dengan pengamanan di enam beat, kepolisian berupaya memastikan arus lalu lintas tetap terkendali selama mobilitas menuju Stadion Si Jalak Harupat.
Pengendara yang melintas di kawasan Kopo-Soreang juga perlu memperhatikan arahan petugas selama pengaturan lalu lintas berlangsung.
Masyarakat yang menuju stadion diharapkan mengikuti skema pengaturan yang diterapkan petugas di sepanjang jalur arteri Kopo-Soreang.
Polda Jabar memastikan pengamanan lalu lintas disiapkan secara terpadu untuk mendukung kelancaran FIFA ASEAN Cup 2026 di Kabupaten Bandung.