Mereka juga diingatkan untuk mematuhi aturan lalu lintas sebagai bagian dari tanggung jawab setiap pengguna jalan.
Materi mencakup penggunaan perlengkapan berkendara, menjaga konsentrasi, memahami kondisi jalan, serta menghindari keputusan berisiko.
Seminar turut menghadirkan narasumber dari dunia kopi untuk menjelaskan karakteristik, manfaat, serta dampak konsumsi kopi bagi tubuh.
Pembahasan tersebut dikaitkan dengan kebiasaan generasi muda yang mengonsumsi kopi ketika menjalani aktivitas sehari-hari.
Peserta kemudian diajak memahami bahwa efek kopi tidak dapat menggantikan kebutuhan tubuh untuk beristirahat.
“Ngopi boleh tidak dilarang, akan tetapi jangan sampai membuat kita salah memahami kemampuan tubuh,” kata Agus.
“Ketika sudah mengantuk, solusi yang paling aman bukan memaksakan diri untuk tetap berkendara,” lanjutnya.
BACA JUGA:GIIAS Semarang 2026 Resmi Berakhir, Rangkaian GIIAS The Series Lanjut ke Makassar
Uji Pemahaman dan Kampanye #Cari_Aman
Selain seminar, peserta mengikuti pre-test dan post-test untuk mengukur pemahaman mengenai keselamatan berkendara.
Sesi tanya jawab juga diberikan agar peserta dapat memperdalam materi yang telah disampaikan selama kegiatan.
WMS turut mengadakan tantangan membuat konten media sosial mengenai pengalaman peserta selama mengikuti seminar.
Konsep tersebut diharapkan membantu memperluas pesan keselamatan berkendara hingga lingkungan pertemanan dan sekolah.
Kegiatan kemudian ditutup dengan sharing serta penguatan kampanye #Cari_Aman bagi generasi muda.
Melalui edukasi ini, peserta diharapkan memahami pentingnya mempersiapkan diri sebelum berkendara.
Keselamatan bukan sekadar mencapai tujuan, tetapi juga kemampuan mengenali kondisi tubuh dan mengambil keputusan tepat selama perjalanan.