Penggalian tersebut dilakukan untuk membuat starting pit dan arriving pit sebagai akses pembangunan saluran dengan metode jacking.
“Kedalaman galian tersebut mencapai sekitar empat hingga tujuh meter,” ungkap Tengku.
Sebanyak enam flagman atau petugas pengatur lalu lintas disiapkan setiap saat di lokasi proyek.
Petugas tersebut berasal dari pelaksana proyek dan bertugas membantu mengatur pergerakan kendaraan selama pekerjaan berlangsung.
BACA JUGA:GIIAS Bandung 2026 Siap Digelar, Hadirkan 19 Merek Kendaraan
Pekerjaan Ditargetkan Selesai Desember 2026
Pelaksana proyek, Felix Alexandro Doloksaribu, mengatakan pembangunan saluran air berlangsung selama 167 hari.
Pekerjaan dimulai pada 2 Juli dan ditargetkan rampung pada 15 Desember 2026.
Saat ini, proyek tersebut mencakup pembangunan tiga starting pit dengan ukuran masing-masing 6 x 4 meter.
Kedalaman setiap lubang mencapai sekitar 4,3 meter dan digunakan sebagai akses memasukkan pipa saluran air.
Pipa yang digunakan memiliki diameter mencapai 1,5 meter untuk mendukung pembangunan saluran menggunakan metode jacking.
“Selain menggunakan metode jacking, juga ada pembuatan saluran air menggunakan U-ditch di sisi kiri dan kanan jalan,” jelas Felix.
Saluran menggunakan U-ditch tersebut nantinya akan dihubungkan dengan sistem saluran yang dibangun melalui metode jacking.
Selama proyek berlangsung, Jalan Raya PKP yang sebelumnya memiliki dua lajur akan menyempit menjadi satu lajur.
“Sistem buka tutup diterapkan untuk mengatur arus kendaraan agar tetap dapat melintas,” tandas Felix.