“Tidak ada yang tidak mungkin kalau jadi ojol kalau kita konsisten. Jaga keselamatan, patuhi lalu lintas,” ujarnya.
BACA JUGA:Kabut Asap Akibat Karhutla Makin Meluas, Sejumlah Satlantas Bagikan Masker kepada Pengguna Jalan
Keluarga Korban Ingatkan Pentingnya Perlengkapan Keselamatan
Pesan keselamatan juga disampaikan Lina Marlina, istri almarhum Agus Sugiono yang sebelumnya bekerja sebagai pengemudi ojol.
Lina meminta pengemudi perempuan tidak mengabaikan perlengkapan keselamatan selama menjalankan aktivitas di jalan.
Menurutnya, penggunaan helm, jaket, dan sepatu penting untuk memberikan perlindungan ketika pengemudi bekerja.
“Biar lebih safety lagi kalau di jalan demi keselamatan. Jangan lupa helm, jaket, sepatu,” ujar Lina.
Pesan serupa disampaikan Elda, istri almarhum Taufik Hidayat yang juga merupakan pengemudi ojol.
Elda meminta para pengemudi memastikan helm terpasang serta terkunci dengan benar sebelum memulai perjalanan.
Ia juga mengingatkan pentingnya menggunakan sarung tangan ketika berkendara untuk meningkatkan perlindungan diri.
Pesan tersebut disampaikan berdasarkan pengalaman kehilangan suaminya akibat kecelakaan lalu lintas.
BACA JUGA:AHSRIC 2026 Jadi Ajang Honda Cetak Instruktur Safety Riding yang Andal
Dalam kegiatan itu, peserta juga terhubung dengan Rahman, pengemudi ojol yang sedang menjalani perawatan akibat kecelakaan.
Rahman dirawat di Rumah Sakit Ananda Bekasi, namun tetap memberikan semangat kepada rekan-rekan sesama pengemudi ojol.
Kisah korban dan keluarga korban menjadi pengingat bahwa keselamatan harus selalu menjadi prioritas ketika mencari penghasilan di jalan.
Pengemudi ojol diimbau menggunakan perlengkapan keselamatan, menjaga kondisi tubuh, beristirahat saat mengantuk, dan menaati aturan lalu lintas.
Mengejar satu order tidak sebanding dengan risiko kecelakaan yang dapat mengancam keselamatan dan kehidupan pengemudi.