Kerusakan jenis ini memerlukan pemeriksaan lebih menyeluruh.
Bengkel biasanya akan memeriksa kondisi ring piston, silinder, hingga seal klep sebelum menentukan langkah perbaikan yang diperlukan.
Kebiasaan yang Membuat Oli Cepat Habis
Selain kerusakan komponen, kebiasaan berkendara juga memengaruhi konsumsi oli mesin.
Beberapa faktor yang sering menjadi penyebab antara lain:
- Terlambat mengganti oli sesuai jadwal servis.
- Menggunakan oli yang tidak sesuai spesifikasi pabrikan.
- Sering memacu motor pada putaran mesin tinggi.
- Membawa beban berlebihan secara terus-menerus.
- Membiarkan mesin mengalami overheat.
Kebiasaan tersebut dapat mempercepat keausan komponen sekaligus membuat oli lebih cepat berkurang.
BACA JUGA:Cegah Risiko Kecelakaan, Ini Cara Aman Membonceng Anak Menggunakan Sepeda Motor
Jangan Hanya Menambah Oli
Sebagian pengendara hanya menambahkan oli ketika volumenya berkurang. Cara tersebut memang dapat menjadi solusi sementara.
Namun, langkah tersebut tidak menyelesaikan akar penyebab masalah yang sebenarnya.
Jika oli terus berkurang tanpa diketahui penyebabnya, mesin berisiko mengalami kekurangan pelumas.
Kondisi tersebut dapat memicu gesekan berlebihan, meningkatkan suhu kerja mesin, hingga mempercepat kerusakan komponen internal.
Gunakan Oli Sesuai Spesifikasi
Pemilihan oli yang tepat menjadi salah satu kunci menjaga kesehatan mesin.
Pastikan selalu menggunakan oli dengan spesifikasi dan tingkat kekentalan sesuai rekomendasi pabrikan.
Oli yang sesuai mampu memberikan pelumasan optimal sekaligus membantu menjaga performa mesin dalam jangka panjang.
Lakukan pemeriksaan volume oli secara berkala dan segera periksa motor apabila konsumsi oli terasa tidak normal.
Langkah sederhana tersebut dapat menjaga performa mesin tetap optimal sekaligus memperpanjang usia pakai sepeda motor.