Pekerjaan dilakukan secara bertahap menggunakan metode pembetonan atau rigid pavement.
Pelaksanaannya dibagi menjadi tiga tahap.
BACA JUGA:Vespa Primavera 125 Edisi Khusus Musim Panas Tampil Menawan dengan Warna Khas Riviera Italia
Tahap pertama dilakukan pada lajur tengah.
Setelah itu, pekerjaan dilanjutkan ke lajur kanan dan diakhiri pada lajur kiri.
Metode tersebut dipilih untuk meminimalkan dampak terhadap arus lalu lintas selama proses konstruksi berlangsung.
Dinas Bina Marga menggunakan material beton karena dinilai memiliki daya tahan lebih baik terhadap beban kendaraan berat.
Jalan Kebon Sirih merupakan salah satu ruas dengan volume lalu lintas tinggi.
Banyak kendaraan berat melintasi kawasan tersebut setiap hari.
“Pembetonan menjadi solusi untuk mengembalikan kondisi jalan agar lebih mantap dan aman,” kata Siti Dinarwenny.
Ia menjelaskan bahwa beton memiliki umur layanan lebih panjang dibandingkan perkerasan aspal pada kondisi lalu lintas tertentu.
BACA JUGA:Makin Canggih dengan AI, Waze Rilis Motorcycle Mode dan Pemberitahuan Jalan Berlubang
Penggunaan beton juga diharapkan dapat mengurangi kebutuhan pemeliharaan rutin di masa mendatang.
Selain meningkatkan kekuatan jalan, pembetonan bertujuan meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.
Permukaan jalan yang lebih stabil diharapkan dapat mengurangi potensi kerusakan yang membahayakan pengendara.
Sebelum pekerjaan dimulai, Dinas Bina Marga telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat, pelaku usaha, dan perangkat daerah terkait.