JAKARTA, DUNIASCOOTER.COM -- Lampu utama menjadi salah satu komponen penting pada sepeda motor untuk menjaga keselamatan berkendara.
Selain lampu dekat, setiap motor juga dibekali lampu jauh atau high beam.
Keduanya memiliki fungsi berbeda sehingga penggunaannya harus disesuaikan dengan kondisi jalan.
Pemahaman yang tepat membantu pengendara tetap aman tanpa mengganggu pengguna jalan lain.
BACA JUGA:Kenapa Oli Shockbreaker Motor Bisa Bocor? Kenali Penyebabnya agar Berkendara Tetap Aman dan Nyaman
Perbedaan lampu dekat dan lampu jauh
- Lampu dekat menerangi area jalan di bagian depan bawah motor sehingga cocok digunakan di jalan perkotaan atau kawasan ramai.
- Lampu jauh memiliki sorotan lebih lurus ke depan dengan jangkauan lebih panjang sehingga efektif digunakan di jalan minim penerangan.
Lampu jauh membantu pengendara melihat tikungan, lubang, atau hambatan lebih awal saat berkendara malam hari.
Namun, penggunaannya harus tetap memperhatikan kondisi lalu lintas.
Ketika berpapasan dengan kendaraan dari arah berlawanan, pengendara sebaiknya segera beralih ke lampu dekat.
Cahaya lampu jauh dapat menyebabkan silau dan meningkatkan risiko kecelakaan.
Penggunaan lampu jauh juga tidak disarankan dalam waktu lama di jalan yang padat.
Apabila melintas di jalan sepi, lampu jauh dapat tetap digunakan. Saat terlihat kendaraan dari arah berlawanan, jangan langsung mematikannya terlalu cepat.
Setelah posisi kendaraan terlihat jelas dan jarak semakin dekat, barulah beralih ke lampu dekat.
Selain untuk penerangan, lampu jauh juga dapat dimanfaatkan sebagai isyarat ketika hendak mendahului kendaraan lain pada malam hari.
Cara tersebut dinilai lebih sopan dibandingkan terus-menerus membunyikan klakson.
BACA JUGA:Siap Bersaing di Tingkat Nasional, Tim Perwakilan WMS Ikuti Astra Honda SDGs Future Leaders 2026.