Jika memakai SPKLU DC, proses pengisian dapat dipersingkat menjadi sekitar 30 hingga 45 menit.
Karena itu, pengguna motor listrik perlu mengatur rute perjalanan agar daya baterai tetap mencukupi selama berkendara.
3. Efisiensi Konversi Energi
Motor listrik memiliki efisiensi konversi energi yang jauh lebih tinggi.
Dinamo listrik mampu mengubah energi baterai menjadi tenaga penggerak roda dengan efisiensi sekitar 80 hingga 92 persen.
Motor hybrid masih mengandalkan mesin pembakaran internal sehingga sebagian energi hilang dalam bentuk panas dan gesekan komponen mesin.
Akibatnya, efisiensi konversi energi motor hybrid berada pada kisaran 35 hingga 60 persen.
Angka tersebut masih berada di bawah motor listrik murni.
BACA JUGA:DPRD DKI Ungkap Dugaan Ada Backing di Balik Praktik Parkir Liar di Jakarta
4. Efisiensi Biaya Perawatan
Motor listrik juga unggul dari sisi perawatan berkala.
Jumlah komponen bergeraknya lebih sedikit sehingga tidak membutuhkan penggantian oli mesin, busi, filter udara, maupun van belt secara rutin.
Perawatan motor listrik umumnya hanya mencakup pemeriksaan rem, ban, serta kondisi baterai agar performanya tetap optimal.
Motor hybrid masih membutuhkan servis mesin bensin secara berkala, seperti penggantian oli setiap 2.000–3.000 kilometer, busi, dan filter udara.
Selain itu, sistem baterai hybrid juga harus diperiksa secara rutin di bengkel resmi agar tetap bekerja dengan baik.
Secara keseluruhan, motor listrik lebih unggul dalam efisiensi biaya operasional, konsumsi energi, dan biaya perawatan.
Sementara itu, motor hybrid menawarkan kepraktisan lebih baik bagi pengendara yang mengutamakan mobilitas tinggi tanpa perlu menunggu proses pengisian daya baterai.
Kedua teknologi memiliki kelebihan masing-masing sehingga pilihan terbaik tetap bergantung pada kebutuhan serta pola penggunaan setiap pengendara.