JAKARTA, DUNIASCOOTER.COM -- Motor listrik dan motor hybrid menjadi dua pilihan kendaraan elektrifikasi yang semakin diminati masyarakat.
Meski sama-sama menawarkan efisiensi dibandingkan motor konvensional, keduanya memiliki keunggulan pada aspek yang berbeda.
Mulai dari biaya operasional, pengisian energi, efisiensi mesin, hingga biaya perawatan, berikut perbedaannya.
1. Efisiensi Biaya Operasional
Motor listrik menjadi pilihan paling hemat untuk penggunaan harian.
Kendaraan ini hanya membutuhkan sekitar 1 kWh listrik seharga Rp1.500 hingga Rp2.500 untuk menempuh jarak sekitar 30–35 kilometer.
Dengan biaya tersebut, ongkos operasional motor listrik hanya berkisar Rp43 hingga Rp71 per kilometer.
Angka itu jauh lebih rendah dibandingkan motor hybrid.
Motor hybrid membutuhkan sekitar 0,63 liter bensin untuk jarak 35 kilometer.
Dengan asumsi harga bensin Rp16.500 per liter, biaya operasionalnya mencapai sekitar Rp297 per kilometer.
Meski begitu, motor hybrid tetap lebih hemat sekitar 25–30 persen dibandingkan motor bensin konvensional yang biaya operasionalnya dapat mencapai Rp410 per kilometer.
BACA JUGA:Yamaha Cygnus XR 70th Anniversary Edition Meluncur, Diproduksi Terbatas Cuma 1.200 Unit
2. Efisiensi Pengisian Energi
Pada aspek waktu, motor hybrid memiliki keunggulan karena tidak memerlukan pengisian listrik menggunakan colokan eksternal.
Baterai motor hybrid terisi otomatis melalui putaran mesin bensin dan sistem regenerative braking.
Pengguna hanya perlu mengisi bahan bakar di SPBU sehingga waktu tunggu menjadi sangat singkat.
Sebaliknya, motor listrik membutuhkan waktu pengisian sekitar empat hingga enam jam menggunakan listrik rumah.