Padahal, penggunaan Pertamax justru mampu memberikan efisiensi konsumsi bahan bakar yang jauh lebih optimal secara teknis.
Pembakaran sempurna menghasilkan energi gerak yang maksimal dari setiap tetes bensin yang masuk.
Pengemudi tidak perlu memutar tuas gas terlalu dalam untuk mencapai kecepatan tertentu.
Selain itu, formula Pertamax sudah dilengkapi dengan zat aditif pembersih kerak sisa pembakaran.
Zat khusus ini bertugas menjaga kebersihan area injektor dan katup mesin secara berkala.
BACA JUGA:IIMS Surabaya 2026 Resmi Berakhir Meriah, Sukses Lampaui Target Pengunjung
Sementara itu, Pertalite tidak memiliki kandungan aditif pembersih selengkap varian Pertamax.
Penggunaan Pertalite secara terus-menerus berisiko memicu timbulnya tumpukan deposit karbon di ruang bakar.
Kerak tersebut dapat membuat suara mesin menjadi lebih kasar serta menurunkan nilai kompresi.
Pemilik kendaraan wajib memeriksa angka rasio kompresi mesin pada buku manual sebelum mengisi bensin.
Mesin dengan rasio kompresi 9:1 hingga 10:1 disarankan menggunakan bahan bakar jenis Pertalite.
Sedangkan mesin modern berkompresi tinggi antara 10:1 hingga 11:1 sangat membutuhkan asupan bahan bakar Pertamax.
BACA JUGA:Macet Parah Di Rasuna Said, Dishub DKI Jakarta Minta Penyelenggara Konser Siapkan Kantong Parkir
Memaksa oktan rendah pada mesin kompresi tinggi dapat memicu gejala knocking atau mesin ngelitik.
Dari aspek lingkungan, pembakaran bensin oktan tinggi juga menghasilkan emisi gas buang yang jauh lebih bersih.
Hal ini turut menjaga keawetan komponen catalytic converter pada sistem pembuangan knalpot kendaraan Anda.