Sering Diabaikan Pengendara, Ini Faktor Utama yang Bikin V-Belt Motor Cepat Putus

Selasa 26-05-2026,04:00 WIB
Reporter : Ilyasa Fajrin
Editor : Aswan

BACA JUGA:Vespa GTS 300 Peppone Karya VTR Customs, Inspirasi Kustom Skuter Modern Aliran Clean look

Faktor Penyebab Van Belt Mudah Putus

Banyak pengendara mengira bahwa faktor jarak tempuh menjadi penyebab utama van belt putus.

Faktanya, beban kerja akselerasi yang berlebihan justru menjadi pemicu paling utama.

Gaya berkendara yang agresif akan mempercepat tingkat keausan material karet pada van belt.

Penurunan fungsi komponen juga terjadi jika motor sering dipaksa melewati medan ekstrem.

Masalah pelumasan pada komponen transmisi gearbox juga tidak boleh diabaikan begitu saja.

Transmisi otomatis pada motor matic membutuhkan perawatan cairan pelumas yang sangat rutin.

Jika area tersebut kering, pergerakan komponen akan menjadi sangat seret.

Kondisi ini membuat kerja sabuk penggerak menjadi jauh lebih berat dari biasanya.

Beban yang terlalu berat akan membuat material sabuk menjadi cepat melar.

BACA JUGA:Jangan Asal Pilih, Ini Panduan Memilih Box Motor yang Aman untuk Harian dan Touring

Panduan Masa Pakai dan Cara Perawatan Van Belt

Secara umum, usia pakai maksimal komponen sabuk ini berkisar antara 25.000 hingga 30.000 kilometer.

Namun, para pakar otomotif menyarankan penggantian rutin setiap kelipatan 15.000 kilometer.

Pemilik disarankan melakukan servis berkala setiap jarak tempuh bertambah 6.000 kilometer.

Pemeriksaan rutin ini bertujuan untuk membersihkan kotoran di dalam ruang CVT.

Kondisi fisik sabuk yang sudah uzur bisa dilihat dari munculnya retakan.

Kategori :