JAKARTA, DUNIASCOOTER.COM -- Komponen van belt atau v-belt memiliki peran yang sangat krusial pada sistem transmisi motor matic.
Komponen karet ini berfungsi menyalurkan tenaga mesin menuju roda belakang agar motor bisa melaju.
Sama seperti suku cadang lainnya, sabuk penggerak ini memiliki masa pakai tersendiri.
Pemilik kendaraan wajib mengetahui kondisi fisik sabuk CVT sebelum mengalami kerusakan total di jalan.
Berikut adalah ulasan mengenai tanda kerusakan van belt demi menjaga keselamatan berkendara.
BACA JUGA:Piaggio Indonesia Resmi Pasarkan Vespa 80th Anniversary dalam Tiga Model Andalan Berwarna Ikonik
Gejala Awal Van Belt pada CVT Mulai Rusak
Gejala paling umum dari van belt yang mulai aus adalah munculnya suara bising.
Suara berdecit biasanya terdengar dari dalam boks CVT saat motor mulai berakselerasi.
Selanjutnya, performa tarikan motor matic akan terasa sangat kaku serta kasar.
Akselerasi motor tidak lagi terasa halus seperti saat kondisi komponen masih baru.
Pada kecepatan tinggi, pengendara akan merasakan penurunan performa kecepatan yang cukup signifikan.
Gejala ini mirip dengan kondisi kampas kopling motor konvensional yang sudah aus.
Putaran mesin atau RPM akan melonjak tinggi secara mendadak.
Namun, laju kecepatan sepeda motor tidak ikut bertambah secara selaras.
Munculnya getaran hebat pada area boks CVT juga kerap menjadi indikator kerusakan.