JAKARTA, DUNIASCOOTER.COM -- Kondisi jalanan di Indonesia menyimpan tantangan yang sangat beragam bagi setiap pengendara motor.
Aspal mulus seringkali berubah menjadi lubang atau permukaan beton yang tidak rata secara tiba-tiba.
Cuaca hujan yang datang mendadak juga membuat marka jalan dan rel kereta menjadi sangat licin.
Situasi ini menuntut kendaraan memiliki sistem keamanan yang mumpuni untuk menghindari kecelakaan.
BACA JUGA:VinFast Indonesia Rencana Mau Luncurkan 8 Model Motor Listrik Sepanjang 2026
Sistem pengereman menjadi fitur paling krusial saat menghadapi hambatan yang muncul secara mendadak.
Anti-lock Braking System (ABS) berfungsi mencegah roda terkunci saat pengendara menarik tuas rem dengan keras.
Namun, teknologi Dual Channel ABS menawarkan perlindungan yang jauh lebih menyeluruh daripada sistem Single Channel.
Pada sistem Dual Channel, sensor bekerja secara independen pada roda depan maupun roda belakang.
BACA JUGA:Polda Lampung Siapkan Kebijakan Bayar Pajak Kendaraan Tanpa KTP Pemilik Lama
Hal ini sangat penting saat motor melewati area dengan tingkat traksi yang berbeda.
Misalnya, roda depan berada di aspal kering sementara roda belakang menggilas genangan air.
Sistem ini akan mengatur tekanan rem secara otomatis pada masing-masing roda tersebut.
Pengendara akan merasa lebih aman saat melintasi jembatan besi atau area zebra cross yang basah.
BACA JUGA:Cek Garansi Motor Honda Makin Praktis Lewat Fitur Terbaru di Aplikasi Wanda