Rem mungkin terasa keras atau justru terlalu dalam saat ditarik.
Kinerja sistem rem yang tidak optimal tentu akan membahayakan nyawa pengendara.
Oleh karena itu, kondisi minyak rem harus selalu dalam keadaan prima.
Minyak rem memiliki karakteristik kimia unik yang disebut dengan sifat higroskopis.
BACA JUGA:Pemerintah Dorong Konversi Motor Listrik, Begini Alur dan Persyaratannya
Artinya, cairan ini sangat mudah menyerap uap air dari udara sekitar.
Meskipun sistem tertutup, uap air tetap bisa masuk melalui celah seal.
Seiring berjalannya waktu, akumulasi air di dalam sistem akan terus meningkat.
Kandungan air yang tinggi akan menurunkan titik didih minyak rem secara drastis.
BACA JUGA:Begini Teknik Berkendara untuk Cegah Rem Blong pada Motor Matic di Jalanan Menurun
Selain itu, air dapat memicu timbulnya karat pada komponen logam internal.
Korosi pada piston kaliper sering kali menyebabkan rem menjadi macet atau tersendat.
Hal ini tentu sangat merugikan bagi perawatan jangka panjang motor Anda.
Risiko paling menakutkan dari minyak rem yang buruk adalah fenomena vapor lock.
BACA JUGA:Skuter Zontes 150X Meluncur di Filipina, Tawarkan Fitur Premium dan Bobot Ringan
Saat melakukan pengereman panjang di turunan, suhu rem akan meningkat sangat tajam.