Selain itu, petugas dilatih untuk memiliki rasa empati yang tinggi terhadap kondisi pemudik.
Mereka harus memahami bahwa perjalanan mudik sangat melelahkan bagi banyak keluarga di Indonesia.
Petugas juga diajarkan untuk mengelola stres diri sendiri agar tetap bersikap profesional setiap saat.
BACA JUGA:Dukung Operasi Ketupat 2026, Korlantas Polri Gunakan ETLE Drone untuk Pantau Titik Rawan Macet
Tim ini akan disiagakan secara penuh di sejumlah titik rawan macet yang strategis.
Rest area kilometer 57 dan 63 akan dijaga oleh masing-masing dua puluh personel.
Di lokasi lain, minimal sepuluh personel akan siaga di pos pengamanan jalur arteri.
"Kami juga siaga jika terjadi kendala seperti mobil mogok atau kehabisan bensin di jalur yang sudah ter-plotting," tutur Kombes Raydian.
Tim ini akan segera bergerak cepat jika mendapatkan laporan mengenai gangguan kendaraan di jalan.
Bantuan ini diharapkan mampu mencegah antrean kendaraan yang lebih panjang di jalur utama mudik.
"Tim ini akan bergerak cepat untuk membantu dan mengurai kemacetan," pungkas Kombes Raydian Kokrosono menutup pernyataannya.
Persiapan matang ini diharapkan mampu menciptakan rasa aman bagi seluruh masyarakat yang melakukan perjalanan.
Kelancaran lalu lintas di Jawa Barat tetap menjadi prioritas utama pihak kepolisian selama Lebaran.