DRU akan didukung oleh Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Bima Sakti yang bekerja 24 jam.
Tim ini fokus pada penanganan kerusakan ruas jalan provinsi di daerah perkotaan maupun lalu lintas padat.
Mereka juga bersiaga di lokasi rawan kecelakaan dan lokasi yang berdasarkan masukan masyarakat bersifat mendesak.
Agung menambahkan, "DRU ini bertugas melakukan langkah antisipasi kerusakan jalan provinsi pada titik-titik yang padat lalu lintas maupun rawan bencana."
BACA JUGA:Komunitas Yamaha XMAX Stancemax Semarang Rasakan Sensasi Track Experience di Sirkuit Mandalika
Tim URC Bima Sakti ini didukung dengan peralatan berat yang sangat memadai untuk mempercepat penanganan darurat.
Peralatan tersebut meliputi mini excavator, dump truck, jembatan bailey, pick up, wheel loader, serta alat pemadat.
Persiapan ini dilakukan untuk meminimalisir gangguan perjalanan akibat bencana atau kerusakan infrastruktur jalan.
Sebaran 19 titik DRU meliputi wilayah strategis seperti Bogor, Bekasi, Cianjur, Sukabumi, Purwakarta, dan Subang.
BACA JUGA:Diikuti Ribuan Peserta, Maxxis Fun Walk di Bengkulu Bagikan Hadiah Umroh dan Motor
Selain itu, unit ini juga bersiaga di Garut, Bandung, Indramayu, Cirebon, Majalengka, Kuningan, hingga Tasikmalaya.
Kualitas infrastruktur jalan menjadi fokus utama agar mudik berlangsung lancar dan aman.
Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Jawa Barat memastikan kondisi jalan provinsi dalam keadaan sangat baik.
Data terbaru menunjukkan persentase jalan provinsi dalam kondisi mantap mencapai 91,68 persen atau setara 2.362,183 km.
BACA JUGA:Rolling City hingga Riding Test, Komunitas Honda Rasakan Pengalaman Berkendara dengan New Vario 125
Perbaikan terhadap jalan berlubang saat ini tengah dikejar agar selesai sebelum puncak arus mudik.