Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho menyatakan, “ETLE drone itu bagian dari revolusi udara.”
“Ruang hampa yang kita transformasi menjadi ruang strategis nasional untuk bisa menyatukan kondisi lalu lintas,” lanjutnya.
Transformasi digital ini memiliki misi utama untuk mengubah perilaku masyarakat di jalan.
Polisi ingin masyarakat semakin patuh terhadap aturan meski tanpa kehadiran petugas fisik.
Penggunaan alat digital memberikan efek pengawasan yang terasa lebih nyata bagi pengendara.
Masyarakat diharapkan memiliki kesadaran tinggi untuk taat kepada aturan demi keselamatan diri.
Semangat revolusi udara ini adalah bentuk dukungan Polri bagi terciptanya budaya tertib.
Kesadaran mandiri pengendara menjadi tujuan akhir dari penerapan teknologi canggih ini.
BACA JUGA:Resmi Mengaspal! Royal Alloy Luncurkan JPS 245, Perpaduan Estetika Inggris dan Performa Modern
Irjen Pol Agus menjelaskan, “Ini tentunya nanti akan membuat masyarakat patuh berlalu lintas, taat dengan dirinya sendiri karena pengintaian dengan alat-alat digital.”
Inovasi yang dilakukan Korlantas Polri ternyata menarik perhatian dunia internasional secara luas.
Kepolisian Hong Kong baru saja mengunjungi Indonesia untuk berdiskusi mengenai sistem ini.
Selain itu, jajaran Komisi III DPR RI juga hadir untuk melakukan peninjauan.
BACA JUGA:Mau Pinang Yamaha TMAX Terbaru? Cek Rincian Harga dan Pilihan Warnanya
Pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk saling bertukar informasi mengenai teknologi hukum.