Pernyataan ini menjadi pedoman bagi ribuan personel yang akan bertugas di berbagai titik jalur mudik.
Polri ingin membangun kerja sama yang baik antara petugas dan juga para pengguna jalan.
Keselamatan tetap menjadi prioritas utama melalui pengawasan kamera yang beroperasi selama dua puluh empat jam.
BACA JUGA:Motor Mogok atau Kunci Macet? Layanan Honda Care Siap Berikan Bantuan Teknis di Lokasi
Kesuksesan tahun lalu menjadi modal besar bagi Polri dalam menyusun rencana kerja tahun ini.
Pada tahun 2025, perubahan cara bertindak secara revolusioner telah memberikan dampak yang sangat positif.
Pengambilan keputusan kini sudah beralih dari penggunaan perasaan menjadi penggunaan parameter data yang valid.
Data dari kamera ETLE juga berfungsi sebagai alat pemantau volume kendaraan secara real-time.
BACA JUGA:Mengenal Layanan Utama Honda Care, Solusi Motor Mogok di Perjalanan Hingga Servis di Rumah
Dengan data tersebut, petugas bisa lebih cepat menentukan kapan harus melakukan rekayasa lalu lintas.
Irjen Pol Agus menilai bahwa penggunaan teknologi informasi sangat membantu dalam mengukur kepadatan arus kendaraan.
Beliau menekankan pentingnya akurasi dalam mengelola jutaan kendaraan yang keluar dari wilayah perkotaan.
Mengenai sistem manajemen arus, beliau menjelaskan transisi besar dalam cara kerja operasional kepolisian saat ini.
BACA JUGA:Respon Cepat Honda Care, Wahana Honda Pastikan Ribuan Konsumen Aman
“Adanya indikator lompatan arus mudik, itu kita kelola dengan parameter teknologi bukan feeling,” jelas Kakorlantas Polri.
Penggunaan sensor dan kamera cerdas akan membantu memetakan di mana titik kemacetan mulai muncul.