Kapasitas tambahan ini memungkinkan pemerintah menekan impor bensin hingga jutaan kiloliter per tahun.
Transformasi ini sangat penting untuk menjaga kestabilan harga energi di pasar domestik.
Bahlil menjelaskan bahwa pengembangan kilang di masa depan akan semakin canggih dan terintegrasi.
BACA JUGA:Honda Motocompacto Tampil Beda, Steady Garage Ubah Skuter Listrik Ini Jadi Lebih Sangar!
Penerapan program E10 diprediksi akan menjadi langkah inovatif untuk menghemat devisa impor bensin.
Beliau juga merinci rencana jangka panjang pemerintah terkait ketersediaan bensin dengan nilai oktan tinggi.
Bahlil Lahadalia mengungkapkan, “Melalui pengembangan kilang selanjutnya kita dapat menyetop impor bensin RON 92, 95, dan 98 serta mengurangi impor bensin RON 90.”
Upaya ini membuktikan bahwa Indonesia memiliki kapabilitas teknis untuk mengolah energi sendiri.
BACA JUGA:Suzuki e-Access Resmi Meluncur di India, Skuter Listrik Pertama Suzuki dengan Teknologi Baterai LFP
Penghematan impor bensin sebesar 3,9 juta kiloliter per tahun menjadi target yang sangat realistis.
Peningkatan kualitas bahan bakar juga akan berdampak positif pada performa kendaraan masyarakat.
Implementasi Amanat Konstitusi dan Teknologi Ramah Lingkungan
Penyediaan BBM domestik dipandang sebagai perwujudan tanggung jawab negara sesuai Pasal 33 UUD 1945.
BACA JUGA:Sentuhan Karbon dan Desain MotoGP, HJC Hadirkan Helm Terbaru Fabio Quartararo
Konstitusi mengamanatkan bahwa cabang produksi yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai negara.
Pengembangan kilang Balikpapan merupakan langkah nyata pemerintah dalam menjalankan tugas konstitusional tersebut secara konsisten.