Jangan Pilih Jalan Pintas, Lawan Arah Bisa Berujung Kecelakaan Fatal dan Pidana

Kamis 15-01-2026,05:30 WIB
Reporter : Ilyasa Fajrin
Editor : T. Sucipto

Selain itu, pengereman mendadak untuk menghindari pelanggar sering menyebabkan kecelakaan beruntun.

Korban yang terlibat tidak hanya si pelanggar, tetapi juga pengendara lain yang tertib.

Dampak fisik yang ditimbulkan bisa berupa cedera berat hingga kehilangan nyawa.

Head of Safety Riding Promotion PT Wahana Makmur Sejati, Agus Sani, memberikan peringatan keras.

BACA JUGA:Keren! Modifikasi Skuter SYM Bergaya Hot Rod Paling Ekstrem dari Taiwan

Beliau menegaskan bahwa keselamatan jauh lebih berharga daripada waktu yang dihemat.

Agus Sani mengatakan, “Banyak pengendara merasa melawan arah adalah solusi cepat, padahal risikonya sangat besar.”

“Keselamatan tidak bisa ditawar hanya demi menghemat waktu beberapa menit,” lanjutnya.

Pernyataan ini menekankan bahwa efisiensi waktu tidak boleh mengorbankan nyawa.

BACA JUGA:Deus Japan Ubah Skuter Roda Tiga Honda Gyro X Jadi Lebih Kalcer!

Selain kerugian fisik, ada juga dampak psikologis bagi keluarga korban kecelakaan tersebut.

Kerugian materi akibat biaya pengobatan dan perbaikan motor juga sangat membebani.

Kita harus sadar bahwa jalan pintas yang salah bisa menjadi jalan buntu.

Pemerintah telah mengatur sanksi tegas bagi mereka yang nekat melawan arus lalu lintas.

BACA JUGA:Modifikasi Honda Ruckus Bergaya Lowrider dengan Ban Belakang Super Lebar

Aturan ini tercantum secara jelas dalam UU Nomor 22 Tahun 2009.

Kategori :