Davide dan Anino segera memutuskan untuk membawa pulang kendaraan ikonik tersebut.
Mereka memiliki visi besar untuk memberikan kehidupan kedua bagi skuter klasik ini.
Alih-alih restorasi standar, mereka memilih jalur modifikasi kustom yang jauh lebih radikal.
Keputusan utama dalam proyek ini adalah menerapkan konsep modifikasi aliran cutdown.
BACA JUGA:Wujudkan Jalan Raya yang Tertib, Kakorlantas Instruksikan 1 Polantas Rangkul 20 Sahabat Ojol
Lambretta Li 150 Series 3 dengan tampilan yang lebih ramping---SIP Scootershop
Bagian pelindung kaki (legshield) dipotong untuk memberikan tampilan yang lebih ramping.
Spakbor depan dan panel samping juga mengalami pemotongan yang sangat presisi.
Hasilnya adalah siluet skuter yang tampak jauh lebih agresif dan sangat sportif.
Teknik ini mengubah identitas asli Lambretta menjadi lebih berkarakter dan juga unik.
BACA JUGA:EZI TS1, Skuter Listrik Murah yang Sekali Cas Bisa 100 Km
Detail pengerjaan bodi dilakukan dengan sangat teliti selama waktu luang mereka.
Proyek ini memakan waktu sekitar satu tahun untuk diselesaikan secara menyeluruh.
Bagi mereka, ini bukan sekadar pekerjaan, melainkan penyaluran hobi dan ikatan keluarga.
Setiap bagian yang dipotong diperhitungkan agar tidak mengurangi nilai estetika klasiknya.
BACA JUGA:Honda Dio 1988, Perjalanan Sejarah Sang Legenda dari Jepang