Kombinasi rangka ringan dan mesin bertenaga membuat motor ini sangat responsif saat dipacu.
Penggunaan rangka aluminium memang memberikan banyak keuntungan teknis bagi performa motor tersebut.
Namun, hal ini juga membawa konsekuensi berupa biaya produksi yang jauh lebih mahal.
BACA JUGA:Explorer 300 GT 2026, Skuter Bongsor Berbasis Mesin Piaggio dengan Standar Euro5+
Proses pembuatan rangka aluminium memerlukan teknologi tinggi dan tingkat ketelitian yang sangat maksimal.
Selain itu, jika terjadi kerusakan akibat kecelakaan besar, rangka ini sangat sulit diperbaiki.
Pengguna kemungkinan besar harus mengganti seluruh bagian rangka jika struktur utamanya mengalami kebengkokan.
Zontes telah merilis berbagai video uji coba untuk membuktikan kekuatan rangka buatannya tersebut.
BACA JUGA:Dishub Bandung Pastikan Monitoring Harian Parkir Liar Selama Nataru Demi Kelancaran Lalu Lintas
Strategi Zontes ini dianggap sangat unik karena mengedepankan idealisme teknologi daripada sekadar mengejar keuntungan.
Di saat banyak produsen kembali ke rangka baja, Zontes justru memilih jalur sebaliknya.
Saat ini, merk Zontes sudah mulai dikenal luas di berbagai pasar internasional, termasuk Indonesia.
Beberapa importir umum telah membawa masuk model-model Zontes ke tanah air secara bertahap.
BACA JUGA:Update Tahun Baru 2026! Simak Daftar Ketersediaan Shell Super di SPBU Shell
Kehadiran Zontes 150X diprediksi akan mengubah pandangan konsumen terhadap kualitas motor buatan Tiongkok.
Para pencinta otomotif tentu sangat menantikan kehadiran fisik motor ini di diler-diler terdekat.