Perkiraan Puncak Arus Balik pada 1 dan 4 Januari, Korlantas Polri Terapkan Rekayasa Lalu Lintas

Jumat 02-01-2026,06:00 WIB
Reporter : Ilyasa Fajrin
Editor : T. Sucipto

Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho menjelaskan, “Berkaitan dengan arus balik, strategi yang kita gunakan melihat perkembangan lompatan arus.”

Beliau menambahkan bahwa pemanfaatan jalur fungsional sangat bergantung pada kepadatan di titik pertemuan.

“Jadi ketika nanti dari Trans Jawa, dari Bandung, ada pertemuan di KM 66, itu nanti akan kita pertimbangkan apakah Japek Selatan akan kita gunakan,” tegas Kakorlantas.

Puncak arus balik tahun ini diprediksi akan terjadi pada tanggal 1 dan 4 Januari.

BACA JUGA:Sistem ETLE Terbukti Efektif Tekan Pelanggaran Hingga 95 Persen

Pada waktu tersebut, jumlah kendaraan yang kembali menuju Jakarta diperkirakan akan sangat tinggi.

Korlantas Polri menyiapkan opsi penggunaan Japek Selatan untuk mengelola volume kendaraan secara efektif.

Selain itu, sistem contraflow juga disiapkan sebagai langkah tambahan untuk menambah kapasitas lajur.

Rekayasa ini bertujuan agar tidak terjadi hambatan berarti di titik-titik penyempitan jalan.

BACA JUGA:Perkuat Proteksi Akun, WANDA Luncurkan Sistem OTP via Email yang Jauh Lebih Aman

Petugas akan terus memantau pergerakan arus secara real-time melalui pusat kendali lalu lintas.

Kakorlantas Polri kembali memaparkan strateginya untuk menghadapi hari-hari sibuk tersebut.

Irjen Pol Agus Suryonugroho mengatakan, “Kami akan menyarankan ketika arus puncak mungkin tanggal 1 atau tanggal 4 itu bangkitan arusnya tinggi, kami mencoba untuk menggunakan Japek Selatan untuk fungsional.”

Beliau berharap pengelolaan di KM 66 dapat berjalan dengan baik melalui skema ini.

BACA JUGA:Pakai Mesin Hybrid dan ABS Dual Channel, QJMotor Fort 125N Siap Gebrak Pasar Skuter 125cc

“Sehingga crossing yang ada di 66 ini bisa kita kelola dengan baik. Termasuk juga barangkali arusnya tinggi, kami akan melakukan contraflow,” tambahnya.

Kategori :