Penertiban Parkir Liar Jakarta Selatan Memanas, Pramono Minta Proses Hukum Berjalan
Penertiban Parkir Liar Jakarta Selatan Memanas, Pramono Minta Proses Hukum Berjalan---Pemkot Jakarta Selatan
Situasi sempat mereda, tetapi ketegangan kembali muncul ketika petugas hendak meninggalkan kawasan penertiban.
Sejumlah orang dilaporkan menyiramkan air got dan melempar batu ke arah petugas.
Seorang anggota Satpol PP juga mengalami luka robek di dahi akibat terkena helm proyek.
Pramono menilai tindakan kekerasan terhadap petugas tidak boleh menghambat penegakan aturan.
Ia meminta proses hukum terhadap pihak yang diduga terlibat tetap berjalan.
“Petugas sedang menjalankan tanggung jawabnya untuk menertibkan pelanggaran,” tegasnya.
“Karena itu, saya meminta penegakan aturan tetap dilanjutkan dan proses hukum atas dugaan kekerasan tidak dihentikan,” tambah Pramono.
BACA JUGA:Harga Vespa S 150 i-Get Terbaru Rp48 Juta, Ini Fitur dan Pilihan Warnanya
Parkir Liar Jadi Sasaran Penertiban di Jakarta
Pramono menjelaskan bahwa operasi tersebut berfokus pada penertiban parkir liar dan aktivitas lain yang mengganggu ketertiban umum.
Menurutnya, kegiatan itu tidak ditujukan untuk menghentikan pedagang yang biasa berjualan di kawasan tersebut.
“Penertiban ini berawal dari kegiatan Dinas Perhubungan terhadap kendaraan yang parkir sembarangan,” jelas Pramono.
“Jadi, persoalan ini tidak berkaitan dengan penertiban pedagang yang biasa berjualan di sana,” jelas Pramono lebih lanjut.
Setelah kejadian, perwakilan manajemen proyek mendatangi Camat Kebayoran Baru untuk menyampaikan permohonan maaf.
Mereka juga menyatakan kesediaan untuk bertanggung jawab atas kerusakan dan biaya pengobatan petugas yang terluka.
Meski demikian, Pramono meminta penanganan hukum tetap dilanjutkan menyusul dugaan pemukulan, pengejaran, dan intimidasi terhadap petugas.
Temukan konten Duniascooter.com menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-