Ada Proyek Stasiun Bawah Tanah, Ini Skema Pengalihan Arus Kendaraan di Harmoni

Ada Proyek Stasiun Bawah Tanah, Ini Skema Pengalihan Arus Kendaraan di Harmoni

Ada Proyek Stasiun Bawah Tanah, Ini Skema Pengalihan Arus Kendaraan di Harmoni---Pemprov DKI Jakarta

Masyarakat diharapkan mematuhi rambu petunjuk jalan yang dipasang di area sekitar proyek.

 “Kami mengharapkan pengertian dan kerja sama dari masyarakat untuk terus mendukung pelaksanaan proyek ini,” lanjut Rendy Primartantyo.

“Selain itu, kami juga berharap para pengguna jalan dan angkutan umum agar memperhatikan rambu-rambu serta mengikuti petunjuk petugas di lapangan,” tambahnya.

BACA JUGA:Gelar Razia Gabungan, 10 Juru Parkir Liar di Cengkareng Berhasil Diamankan Petugas

Perubahan Skema Arus Lalu Lintas di Kawasan Harmoni

  • Perpanjangan Rekayasa Tahap 3.2 (1 Mei – 24 Mei 2026):

Skema tahap ini diperpanjang akibat adanya pengerjaan penggalian stasiun, kanal underpass, serta pintu masuk stasiun.

Kendaraan menuju Jalan Hasyim Ashari dan Kota diarahkan menggunakan dua lajur contra flow di Jalan Hayam Wuruk.

Sementara arus kendaraan dari Jalan Hayam Wuruk menuju arah Monas tetap dipertahankan sebanyak tiga lajur.

BACA JUGA:Jangan Asal Membonceng, Pahami Aturan dan Panduan Aman Bagi Penumpang Motor

  • Rekayasa Lalu Lintas Tahap 4.1 (25 Mei – 27 September 2026):

Pemberlakuan skema baru ini dikarenakan adanya aktivitas konstruksi berat di area tengah jalan raya.

Pengalihan Simpang Harmoni:

Kendaraan pribadi dari Jalan Majapahit, Suryopranoto, dan Ir H Juanda menuju Jalan Hasyim Ashari dialihkan ke Jalan Gajah Mada.

Jalur pengalihan ini akan beroperasi menggunakan dua lajur kendaraan.

BACA JUGA:Apresiasi Garda Terdepan, WMS Gelar Sales Rewarding UNSTOPPABLE SALES SPIRIT 2026

Sistem Satu Arah Jalan Gajah Mada:

Ruas Jalan Gajah Mada setelah pertigaan Jalan Hasyim Ashari kini berubah menjadi satu arah menuju ke Utara atau Kota.

Temukan konten Duniascooter.com menarik lainnya di Google News

Tag
Share
Berita Lainnya