Program Konversi Motor Listrik Berisiko Gagal dan Berpotensi Membebani Keuangan Negara
Program Konversi Motor Listrik Berisiko Gagal dan Berpotensi Membebani Keuangan Negara---ALVA
BACA JUGA:Harga BBM April 2026 Resmi Tetap: Dompet Aman, Braysis Nggak Perlu Panic Buying!
IESR mengusulkan agar pemerintah merencanakan ulang target yang lebih terukur dan realistis.
Prioritas konversi sebaiknya diarahkan pada wilayah dengan biaya logistik BBM yang tinggi.
Pemerintah juga harus memulai langkah ini dari kendaraan dinas dan operasional ASN.
Hal ini bertujuan memberikan contoh nyata atau role model bagi publik.
BACA JUGA:Penertiban Parkir Liar di Jalan Matraman Raya, 29 Kendaraan Kena Sanksi Tegas
Selain itu, program harus fokus pada pengguna dengan intensitas perjalanan yang tinggi.
Driver ojek online dan kurir logistik merupakan segmen yang paling potensial saat ini.
Target 2 juta unit pada segmen ini diprediksi mampu menghemat banyak BBM.
Fabby Tumiwa menyarankan, "Prioritas konversi harus dilakukan di wilayah dengan logistik BBM mahal, dimulai dari kewajiban bagi kendaraan dinas pemerintah serta kendaraan operasional para ASN."
BACA JUGA:Catatan Akhir Operasi Ketupat 2026, Tren Kecelakaan dan Fatalitas Menurun Drastis
Pemerintah juga perlu memberikan insentif khusus bagi bengkel konversi tingkat kabupaten.
Skema tukar tambah melalui produsen asli atau OEM juga patut dipertimbangkan lebih lanjut.
Langkah ini penting untuk menjamin kualitas baterai dan harga yang tetap kompetitif.
Dengan evaluasi yang tepat, risiko beban keuangan negara dapat diminimalisir secara efektif.
Temukan konten Duniascooter.com menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-