Angka Kecelakaan di Puncak Bogor Turun 12 Persen Selama Operasi Ketupat Lodaya 2026
Angka Kecelakaan di Puncak Bogor Turun 12 Persen Selama Operasi Ketupat Lodaya 2026---Polda Jabar
BACA JUGA:Cara Ampuh Buang Udara Terjebak di Rem Cakram, Rahasia Pengereman Tetap Pakem
Pihak kepolisian mencatat adanya tren peningkatan kedisiplinan berkendara di tengah masyarakat.
Berdasarkan data evaluasi, jumlah kecelakaan lalu lintas mengalami penurunan yang cukup signifikan.
"Dari anev sendiri, selama 13 hari pelaksanaan operasi, kita menilai terjadi peningkatan yang cukup bagus," jelas AKBP Wikha Ardilestanto.
Ia menambahkan bahwa secara kuantitas, angka kecelakaan tersebut berhasil turun sebesar 12 persen.
BACA JUGA:Pertamina Tetap Kawal Arus Balik 2026, Pastikan Stok BBM Aman dan Layanan Motorist Terus Berlangsung
Persentase penurunan ini dianggap sebagai pencapaian yang sangat baik bagi Polres Bogor.
Pengaturan lalu lintas yang ketat di jalur Puncak terbukti mampu meminimalkan risiko.
Masyarakat juga dinilai lebih patuh terhadap arahan petugas di setiap titik penjagaan.
Jika melihat data tahun sebelumnya, wilayah hukum Polres Bogor mencatat 41 kejadian.
BACA JUGA:Imbas Konflik Timur Tengah, Harga Bensin di Vietnam Naik Drastis Hingga Picu Kelangkaan Pasokan
Namun, pada Operasi Ketupat Lodaya 2026, jumlah kejadian turun menjadi 36 saja.
Penurunan angka ini diikuti dengan perbaikan kualitas keselamatan di jalan raya secara drastis.
Tahun lalu, tercatat ada 12 korban yang dinyatakan meninggal dunia akibat kecelakaan.
Pada tahun 2026 ini, jumlah korban jiwa turun menjadi hanya dua orang.
Temukan konten Duniascooter.com menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-