Den Dimas Soroti Tren Proper Style, Modifikasi Motor yang Mengutamakan Fungsi dan Estetika
Den Dimas Soroti Tren Proper Style, Modifikasi Motor yang Mengutamakan Fungsi dan Estetika-Ilyasa Fajrin-Dok. Duniascooter
BACA JUGA:Daftar Harga Terbaru BBM Nonsubsidi Maret 2026 di Seluruh SPBU Indonesia
Nama tersebut lahir dari kebiasaan komunitas motor saat Sunday Morning Ride atau sunmori.
Anak motor sering berkendara dari satu tempat sarapan ke tempat sarapan lainnya.
“Jadi kalau anak motor sunmori sukanya riding dari satu tempat sarapan ke sarapan yang lain, bisanya di sini nyari sarapan entah bubur, mie ayam, gado-gado, jadi kepikiran namanya bubur ayam karena kita pergi ke satu bubur ayam ke yang lainnya,” tambah Den Dimas.
Fenomena sunmori kini menjadi bagian gaya hidup komunitas roda dua.
BACA JUGA:Tips Aman Berkendara dari Youtuber Den Dimas Bersama Korlantas Polri untuk Keselamatan
Berkendara santai di pagi hari sekaligus menjalin kebersamaan dengan sesama pengguna motor.
Dunia modifikasi motor memiliki spektrum yang sangat luas, mulai dari fungsi hingga kontes.
Den Dimas menjelaskan bahwa motivasi modifikasi sangat beragam di kalangan pengguna sepeda motor.
“Kalau di dunia modifikasi, ada yang memang modif karena dia ga puasa sama motornya, sampai memang yang suka banget ikut kompetisi kontes jadi motornya didandanin,” lanjutnya.
BACA JUGA:Lewat Konten Kreatif, Briptu Ananda Rafi Edukasi Komunitas Motor Soal Etika Berkendara
Kini, tren modifikasi mengalami pergeseran signifikan dari gaya ekstrem menuju gaya yang fungsional.
Gaya fungsional yang sedang populer disebut dengan istilah proper style.
“Memang sekarang genre modifikasi banyak, ada kaya Thailand, ada Vietnam, memang sekarang ini lagi ada teman-teman anak motor dandanin gaya yang tepat, tepat nih bukan hanya secara arti harafiah benar, tapi memang sudah menjadi gaya sekarang,” jelasnya.
“Proper itu kalau sekarang gayanya yang bisa dipakai setiap hari,” tambahnya.
Temukan konten Duniascooter.com menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-