Sering Telat Servis Motor? Ini Risiko Kerusakan yang Menguras Kantong

Senin 26-10-2026,06:00 WIB
Reporter : Ilyasa Fajrin
Editor : Aswan

BACA JUGA:Rayakan Hari Jadi Jatim, Dindik Siapkan Servis Motor Gratis untuk Masyarakat

2. CVT Kotor Membuat Motor Matik Kurang Responsif

Pada sepeda motor matik, sistem CVT perlu diperiksa dan dibersihkan secara berkala.

Debu serta sisa material komponen yang terkikis dapat menumpuk dan mengganggu kinerja transmisi.

Penumpukan kotoran bisa membuat tarikan awal terasa berat, muncul getaran, atau menimbulkan suara yang tidak biasa.

Kondisi tersebut dapat mengurangi kenyamanan saat berkendara, terutama ketika motor mulai bergerak.

Jika penyaluran tenaga tidak berlangsung optimal, pengendara mungkin perlu membuka gas lebih besar untuk mendapatkan respons yang diinginkan.

Hal ini berpotensi membuat konsumsi bahan bakar menjadi kurang efisien.

Pembersihan dan pemeriksaan CVT membantu mengetahui kondisi komponen yang mulai aus.

Dengan perawatan tepat waktu, gangguan dapat ditangani sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih serius.

BACA JUGA:Atur Jadwal Servis Motor Honda Lebih Mudah, Ada Fitur Booking Servis di Aplikasi WANDA

3. Komponen Aus Bisa Memicu Biaya Perbaikan Tambahan

Manfaat lain dari servis berkala adalah pemeriksaan kondisi kendaraan secara menyeluruh.

Mekanik dapat memeriksa sistem pengereman, kaki-kaki, kelistrikan, serta komponen lain sesuai kebutuhan motor.

Pemeriksaan tersebut membantu menemukan kerusakan sejak awal.

Misalnya, kampas rem yang menipis atau v-belt yang menunjukkan tanda kerusakan dapat segera ditangani.

Sebaliknya, komponen yang terus digunakan meski sudah aus berisiko menimbulkan masalah lanjutan.

V-belt yang putus dapat mengganggu perjalanan, sedangkan kampas rem yang habis berpotensi merusak permukaan cakram.

Kategori :