Stok BBM di Bali Aman untuk 15 Hari, Pertamina Percepat Penyaluran ke SPBU

Kamis 22-10-2026,08:00 WIB
Reporter : Ilyasa Fajrin
Editor : Aswan

Ia menambahkan, Pertamina terus mengevaluasi rantai pasok, mulai dari pengadaan dan pengangkutan hingga penyimpanan serta penyaluran kepada konsumen.

Gubernur Bali I Wayan Koster turut mengapresiasi kerja sama pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, Pertamina, dan masyarakat.

“Sejak Sabtu dan Minggu, suplai ke SPBU secara umum berjalan lancar dan antrean sudah tidak banyak lagi,” ujar Koster.

Menurut Koster, kebijakan bekerja dari rumah, pembelajaran daring, dan pengisian BBM berdasarkan nomor kendaraan ganjil-genap turut membantu mengurangi kepadatan.

Kebijakan ganjil-genap diperpanjang hingga 23 Oktober 2026, tetapi dapat dievaluasi lebih awal.

BACA JUGA:Memasuki Bulan Oktober 2026, Harga BBM Pertamina Masih Tetap

Distribusi BBM Nasional Terus Diperkuat

Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra menyebut penguatan pasokan juga dilakukan melalui kedatangan kargo Pertamax dan penjadwalan pengiriman tambahan.

“Tidak hanya pasokan di SPBU, pasokan untuk Pertamax di Pertashop pun akan kita maksimalkan,” ujar Ega.

Di wilayah Kalimantan, Sulawesi, dan Sumatera, pendangkalan sungai akibat kondisi cuaca memengaruhi akses kapal besar.

Pertamina menyesuaikan pola distribusi, termasuk mengoptimalkan jalur darat sebagai alternatif pengangkutan.

Bahlil menegaskan, cadangan BBM nasional masih terjaga.

Stok Pertalite berada pada kisaran 16–18 hari, sedangkan jenis BBM lainnya tersedia lebih dari 20 hari.

“Secara cadangan nasional tidak ada yang perlu kita khawatirkan. Sekarang distribusinya yang kita perlancar,” tutur Bahlil.

Pertamina menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan selama pemulihan layanan.

Perusahaan juga berkomitmen melanjutkan evaluasi dan koordinasi agar distribusi BBM tetap terjaga di berbagai wilayah Indonesia.

Kategori :