Pengeringan secara rutin juga membantu mencegah penumpukan kotoran yang berpotensi memicu munculnya jamur.
BACA JUGA:Den Dimas Buka-bukaan di Podcast Korlantas Polri, Bahas Bahaya Lampu Tambahan dan Motor Tanpa Spion
3. Periksa Kekencangan Batang dan Baut Spion
Sebelum berkendara, periksa kondisi spion untuk memastikan posisinya tidak longgar atau mudah berubah.
Spion yang bergetar dan berputar sendiri dapat disebabkan oleh mur pengencang yang kendur.
Jika ditemukan kelonggaran, periksa bagian batang serta mur penguncinya.
Posisi spion dapat disesuaikan agar memberikan pandangan yang sesuai dengan kebutuhan pengendara.
Untuk mengencangkan batang spion, putar ulir searah jarum jam atau ke kanan.
Selanjutnya, gunakan kunci pas atau kunci inggris untuk mengencangkan mur pengunci sesuai arah ulir dan petunjuk model kendaraan.
Sebaliknya, pelepasan spion dilakukan dengan memutar batang berlawanan arah jarum jam.
Perhatikan konstruksi dan petunjuk kendaraan agar proses penyetelan tidak merusak ulir atau komponen spion.
4. Jangan Menggantungkan Barang pada Spion
Hindari menggunakan spion sebagai tempat menggantung helm, jas hujan, atau barang bawaan lainnya.
Beban tambahan dapat membuat sambungan spion menjadi longgar dan mengubah posisinya.
Simpan barang bawaan di bagasi atau gunakan pengait yang tersedia pada sepeda motor.
Dengan demikian, spion dapat digunakan sesuai fungsinya tanpa menerima beban yang tidak diperlukan.
BACA JUGA:Terjebak Macet? Ini 5 Tips #Cari_Aman Berkendara Motor dari Wahana Honda
5. Siapkan Perkakas dan Lakukan Servis Berkala
Pengendara dapat membawa perkakas sederhana, seperti obeng dan kunci pas, untuk membantu menangani kelonggaran ringan.