Mitos atau Fakta, Cuci Steam Motor Bisa Mengikis Lapisan Cat?

Selasa 13-10-2026,14:00 WIB
Reporter : Ilyasa Fajrin
Editor : Aswan

JAKARTA, DUNIASCOOTER.COM -- Mencuci motor menggunakan metode steam menjadi pilihan banyak pemilik kendaraan untuk membersihkan kotoran secara praktis.

Namun, muncul anggapan bahwa terlalu sering melakukan cuci steam motor bisa merusak lapisan cat.

Kekhawatiran tersebut biasanya berkaitan dengan warna bodi yang memudar, permukaan menjadi kusam, hingga cat mengelupas.

Lantas, benarkah kebiasaan mencuci motor menggunakan tekanan air tinggi bisa memperpendek usia cat kendaraan?

BACA JUGA:Oli Shockbreaker Motor Bocor Bisa Bikin Rem Kurang Pakem, Ini Penyebabnya

Apakah Cuci Steam Motor Bisa Merusak Cat?

Jawabannya bergantung pada teknik pencucian, tekanan air, serta bahan pembersih yang digunakan.

Semprotan bertekanan tinggi berpotensi merusak lapisan pelindung cat apabila diarahkan terlalu dekat atau pada bagian tertentu secara terus-menerus.

Risiko juga meningkat ketika pemilik motor menggunakan deterjen keras atau sabun yang tidak sesuai.

Sisa bahan pembersih yang menempel dapat memengaruhi kondisi permukaan bodi dan membuat tampilannya kurang mengilap.

Pada beberapa bagian, terutama komponen berbahan plastik, lapisan cat bisa mengalami kerusakan jika terkena perlakuan yang tidak tepat.

Meski begitu, cuci steam motor tidak otomatis membuat cat kendaraan rusak.

Jika dilakukan dengan teknik yang benar, metode ini justru membantu mengangkat kotoran tanpa perlu menggosok permukaan bodi secara berlebihan.

Cara tersebut dapat mengurangi risiko goresan halus akibat gesekan kotoran dengan lap.

Untuk menjaga cat motor tetap awet, gunakan tekanan air yang sesuai dan hindari menyemprot terlalu dekat.

Jarak sekitar 20 cm dari permukaan bodi dapat dijadikan panduan awal, dengan tetap menyesuaikan tekanan alat.

Kategori :