BACA JUGA:Sering Ngebut Saat Lewati Polisi Tidur? Ini Risiko Kerusakan yang Bisa Terjadi pada Motor
Peserta Mendapat Edukasi Penanaman Mangrove
Program Suzuki di Pangandaran juga menghadirkan sesi Success Story Mangrove Conservation bersama Sugito.
Sugito merupakan tokoh masyarakat sekaligus Ketua Rukun Nelayan Dusun Bojongsalawe, Desa Karangjaladri, Kecamatan Parigi.
Ia membagikan pengalaman pengembangan kawasan konservasi mangrove yang dilakukan Rukun Nelayan di wilayah tersebut.
Kawasan konservasi tersebut terus dirawat sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan pesisir.
Peserta juga memperoleh pembekalan mengenai teknik penanaman mangrove sebelum turun langsung ke lokasi.
Materi tersebut mencakup tahapan penanaman serta berbagai hal yang perlu diperhatikan agar bibit dapat tumbuh optimal.
Setelah mendapatkan edukasi, seluruh peserta bersama-sama menanam 1.500 bibit mangrove Rhizophora di Pelabuhan Cikidang.
BACA JUGA:Kenali Perbedaan Rem Cakram dan Rem Tromol pada Sepeda Motor
Suzuki dan Pandu Laut Lanjutkan Kolaborasi
Pandu Laut Nusantara menjadi salah satu mitra penting dalam pelaksanaan program konservasi pesisir tersebut.
Organisasi non-pemerintah itu memiliki fokus pada pelestarian laut serta ekosistem pesisir di Indonesia.
Chief of Operation PT ASI Pudjiastuti Aviation, Melinasary Amini, mengatakan kolaborasi bersama Suzuki telah berjalan sejak 2024.
“Kolaborasi Suzuki dan Pandu Laut di Pangandaran telah dimulai sejak tahun 2024,” ujar Melinasary.
Ia menyebut total penanaman sebelumnya mencapai 10.000 mangrove di sejumlah kawasan Pangandaran.
“Pada tahun 2026 ini, kita kembali melanjutkan upaya tersebut dengan penanaman 1.500 mangrove Rhizophora di kawasan Pelabuhan Cikidang,” lanjutnya.
Melalui program tersebut, Suzuki berharap upaya penghijauan pesisir dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi lingkungan dan masyarakat Pangandaran.