Kymco menyebut kemungkinan adanya tindakan lebih lanjut berdasarkan hasil investigasi yang dilakukan terhadap Fort 600.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa Kymco ingin memastikan penggunaan teknologi pada maxi-scooter baru QJ Motor.
Teknologi Kymco AK 550
Kymco memiliki alasan untuk memberikan perhatian terhadap teknologi yang digunakan pada AK 550.
Menurut Kymco, pengembangan AK 550 memanfaatkan pengalaman rekayasa selama lebih dari 50 tahun.
Proyek tersebut juga diklaim melibatkan lebih dari 45 paten yang berkaitan dengan berbagai teknologi kendaraan.
Salah satu teknologi pentingnya adalah arsitektur powertrain yang memisahkan mesin dan transmisi menjadi dua bagian berbeda.
AK 550 juga menggunakan kruk as 270 derajat, kopling multiplat basah, sistem pelumasan dry-sump, serta rangka aluminium.
Teknologi tersebut masih dikembangkan Kymco hingga sekarang dan diterapkan pada produk lain.
Kymco menyebut mesin CV3 575 menggunakan mesin yang berasal langsung dari arsitektur yang dikembangkan untuk AK 550.
BACA JUGA:Classy Yamaha Hadirkan Ragam Aktivitas Interaktif di Pestapora 2026
Fort 600 Masih Menunggu Pemeriksaan
Kemiripan dimensi atau spesifikasi antara dua kendaraan belum otomatis membuktikan adanya penggunaan teknologi yang dilindungi.
Kymco sendiri belum secara terbuka menuduh QJ Motor melakukan pelanggaran hak kekayaan intelektual.
Perusahaan memilih menunggu hingga Fort 600 versi produksi tersedia untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Dengan demikian, belum ada tindakan hukum terhadap QJ Motor terkait Fort 600 berdasarkan informasi tersebut.
Untuk sementara, Fort 600 tetap menjadi maxi-scooter terbaru QJ Motor yang menarik perhatian karena kemiripannya dengan Kymco AK 550.
Perhatian Kymco kemungkinan akan tertuju pada Fort 600 ketika unit produksi mulai tersedia dan dapat diperiksa secara langsung.