AHSRIC 2026 Jadi Ajang Honda Cetak Instruktur Safety Riding yang Andal

Jumat 28-08-2026,10:00 WIB
Reporter : Ilyasa Fajrin
Editor : Aswan

Instruktur juga harus mampu menyampaikan pengetahuan keselamatan berkendara dengan cara yang efektif dan mudah dipahami.

Kemampuan coaching dan prediksi bahaya menjadi bagian dari rangkaian penilaian kompetisi.

Peserta juga mengikuti pengujian Danger Prediction menggunakan fasilitas Honda Riding Trainer atau HRT.

Kemampuan tersebut penting karena instruktur menjadi salah satu ujung tombak dalam menyebarkan edukasi keselamatan berkendara.

Melalui mereka, prinsip #Cari_Aman dapat diperkenalkan kepada masyarakat, generasi muda, serta komunitas sepeda motor.

BACA JUGA:Tarif Parkir Jakarta Belum Berubah, Dishub Pastikan Tarif Lama Masih Berlaku

Modul AHSRIC Merepresentasikan Kondisi Jalan

Sejumlah modul keterampilan dalam AHSRIC dirancang untuk menguji kemampuan yang relevan dengan kondisi lalu lintas sehari-hari.

Salah satunya Narrow Plank yang menuntut peserta mempertahankan keseimbangan saat melaju dengan kecepatan rendah.

Peserta harus melewati papan sempit tanpa menurunkan kaki ke permukaan tanah.

Modul berikutnya adalah Braking yang menguji kemampuan melakukan pengereman secara presisi hingga kendaraan berhenti pada titik tertentu.

Peserta dituntut mampu mengendalikan sepeda motor saat melakukan pengereman tanpa kehilangan kestabilan kendaraan.

Sementara itu, Slalom Course menguji kelincahan peserta ketika melewati sejumlah cone dalam lintasan berkelok.

Rangkaian modul tersebut mengasah kemampuan kontrol kendaraan dan pengambilan keputusan dalam menghadapi situasi tertentu.

BACA JUGA:GIIAS Surabaya 2026 Kembali Digelar, Hadir dengan Konsep Lebih Lengkap

AHSRIC Dukung Edukasi Keselamatan Berkendara

AHSRIC 2026 menunjukkan pentingnya kualitas instruktur dalam menyampaikan edukasi keselamatan berkendara kepada masyarakat.

Kemampuan teknis dan pemahaman terhadap potensi bahaya menjadi bagian penting dari kompetensi seorang instruktur.

Kategori :