Jika membutuhkan aplikasi navigasi, tentukan tujuan dan rute sebelum perjalanan dimulai.
Letakkan perangkat pada posisi yang aman tanpa menghalangi pandangan atau mengganggu kendali sepeda motor.
3. Jangan Mengoperasikan Gadget Saat Motor Berjalan
Hindari membaca pesan, membalas chat, mengecek media sosial, menerima panggilan, atau mengambil foto ketika motor sedang berjalan.
Kegiatan tersebut dapat membuat perhatian pengendara terlepas dari kondisi jalan meskipun hanya dilakukan beberapa detik.
4. Berhenti di Tempat Aman
Jika harus menggunakan gadget, cari lokasi aman untuk berhenti sebelum mengoperasikan perangkat.
Pastikan sepeda motor sudah berhenti dengan benar agar pengendara dapat menggunakan gadget tanpa mengganggu pengguna jalan lain.
5. Jangan Prioritaskan Notifikasi
Bunyi pesan atau panggilan tidak harus langsung mendapatkan respons ketika pengendara sedang berada di jalan.
Lebih baik selesaikan perjalanan atau berhenti di tempat aman sebelum memeriksa notifikasi pada gadget.
BACA JUGA:Ban Motor Berdecit Saat Jalan Pelan? Bisa Jadi Ada Masalah pada Komponen Ini
Agus Sani kembali menegaskan pentingnya membangun kebiasaan sederhana ketika berkendara.
“Jika harus menggunakan gadget, pastikan motor sudah berhenti di lokasi aman. Saat motor berjalan, fokuslah pada jalan,” katanya.
Menjaga konsentrasi bukan hanya berkaitan dengan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas.
Kebiasaan tersebut juga menjadi bentuk tanggung jawab untuk menjaga keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya.
Dengan menghindari penggunaan gadget saat motor berjalan, pengendara memiliki peluang lebih besar merespons perubahan kondisi lalu lintas.
WMS mengajak masyarakat menjadikan #Cari_Aman sebagai kebiasaan dalam setiap perjalanan.
Secanggih apa pun gadget yang digunakan, keselamatan tetap membutuhkan fokus penuh dari setiap pengendara.