Pada fase tersebut, kampas kopling ganda mulai melakukan engagement ketika RPM meningkat untuk meneruskan tenaga menuju roda.
Kampas kopling yang kotor, aus, atau permukaannya tidak rata dapat membuat proses engagement tidak stabil.
Akibatnya, tarikan awal motor dapat terasa bergetar atau tersendat saat mulai bergerak.
Sebaliknya, jika getaran semakin terasa mengikuti kenaikan kecepatan, pemeriksaan tidak seharusnya hanya berfokus pada CVT.
Ban, pelek, atau roda juga dapat menjadi kemungkinan sumber getaran pada kondisi tersebut.
Artinya, motor matik yang bergetar saat tarikan awal memang dapat mengarahkan pemeriksaan ke CVT dan kopling.
Namun, gejala tersebut tidak berarti CVT pasti menjadi penyebabnya.
BACA JUGA:Jangan Buat Pelat Nomor Motor Sendiri, Ini Cara Resmi Mengurus TNKB Hilang atau Rusak
Tanda Getaran Motor Matik Perlu Diperiksa
Getaran motor matik lebih patut diperhatikan ketika semakin kuat atau semakin sering muncul dibandingkan sebelumnya.
Tarikan yang terasa tersendat atau loncat-loncat juga menjadi gejala yang perlu diperiksa lebih lanjut.
Kondisi tersebut dapat berkaitan dengan proses cengkeraman kampas kopling yang tidak stabil.
Pengendara juga perlu memperhatikan kondisi ketika RPM mesin meningkat, tetapi laju motor tidak sebanding.
Pola tersebut dapat mengarah pada slip di sistem penyaluran tenaga, meskipun diagnosis tetap membutuhkan pemeriksaan langsung.
Suara berdecit, kasar, atau abnormal dari area CVT juga tidak sebaiknya diabaikan.
Bau gosong juga perlu menjadi perhatian, terutama ketika muncul bersamaan dengan getaran atau sensasi slip.
Jika motor terasa kehilangan performa atau getaran semakin parah, pemeriksaan profesional diperlukan.