Peserta tersebut terdiri atas 19 peserta Dealer dan 19 peserta Community.
Tahapan seleksi kemudian dilanjutkan dengan pengujian teori dan praktik untuk mengukur kompetensi safety riding.
Pada sesi teori, peserta harus menyelesaikan 50 soal dalam waktu 30 menit mengenai berbagai aspek keselamatan berkendara.
Uji Kemampuan Berkendara
Kemampuan praktik peserta diuji melalui materi braking, balancing, dan slalom course.
Pada materi balancing, peserta menghadapi tantangan Narrow Plank dan Low Speed Balance yang membutuhkan kontrol serta keseimbangan kendaraan.
Sementara Slalom Course menguji kemampuan bermanuver sekaligus menjaga fokus dan konsentrasi selama melewati lintasan.
Tingkat kesulitan seleksi regional juga ditingkatkan dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya.
Rangkaian tersebut menguji teknik berkendara, keseimbangan, handling, serta konsistensi peserta dalam menyelesaikan setiap materi.
BACA JUGA:Tips Beli Kendaraan Bekas, Begini Cara Mengecek BPKB Sebelum Transaksi
Head of TSD PT Wahana Makmur Sejati, Benedictus F. Maharanto, menyebut AHSRIC menjadi bagian dari upaya meningkatkan kompetensi instruktur safety riding.
“Bukan sekadar kompetisi, melainkan para kontestan adalah agen perubahan dalam wujudkan budaya keselamatan berkendara #Cari_Aman,” ujar Benedictus.
Menurutnya, kompetisi tersebut diharapkan dapat melahirkan talenta instruktur yang mampu mengkampanyekan budaya berkendara yang aman secara berkelanjutan.
Raihan dua podium WMS di AHSRIC 2026 sekaligus menunjukkan pentingnya proses pembinaan kompetensi safety riding secara berjenjang.
Prestasi tersebut juga menjadi dorongan untuk terus memperkuat kemampuan SDM dan menghadirkan edukasi keselamatan berkendara bagi masyarakat.