Kebijakan tersebut diharapkan mampu mempercepat transformasi sektor transportasi nasional.
Pemerintah juga ingin mengurangi ketergantungan terhadap impor minyak di tengah ketidakpastian ekonomi global.
BACA JUGA:Knalpot Brong Ditertibkan, Polres Bogor Amankan 75 Unit dalam Operasi Lalu Lintas
Selain memberikan insentif fiskal, pemerintah berkomitmen memperbaiki iklim investasi.
Langkah tersebut dilakukan agar proses investasi dapat berlangsung lebih cepat dan efisien.
Purbaya mencontohkan investasi Hyundai sebagai bukti penyederhanaan birokrasi yang berhasil dilakukan pemerintah.
Proses investasi hingga peletakan batu pertama pabrik hanya memerlukan waktu sekitar empat bulan.
Keberhasilan tersebut terjadi melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga.
Pemerintah ingin pendekatan serupa diterapkan pada investasi industri lainnya.
Pemerintah juga mengajak produsen otomotif dunia memperluas investasinya di Indonesia.
Salah satu targetnya adalah menjadikan Indonesia sebagai basis produksi kendaraan untuk kawasan regional.
BACA JUGA:Aspira Premio Stretto 2 Meluncur di GIIAS 2026, Tawarkan Performa dan Kenyamanan Berkendara
Industri otomotif dinilai memiliki peran penting dalam perekonomian nasional.
Sektor tersebut mampu menyerap sekitar 1,5 juta tenaga kerja di berbagai bidang.
Indonesia juga memiliki kapasitas produksi kendaraan mencapai sekitar 2,6 juta unit setiap tahun.
Kapasitas tersebut menjadi modal penting untuk memperkuat daya saing industri nasional.