Kendaraan yang melintas diduga membawa muatan dengan dimensi melebihi batas ketinggian.
Muatan alat berat tersebut akhirnya membentur bagian bawah JPO.
BACA JUGA:Lampu Motor Sering Putus Meski Baru Diganti? Ini Penyebabnya
Benturan keras menyebabkan struktur jembatan mengalami kerusakan yang cukup parah.
Kerusakan itu membuat kondisi JPO dinilai membahayakan pengguna jalan.
Pemerintah kemudian memutuskan melakukan pembongkaran terhadap konstruksi yang terdampak.
Pramono menilai insiden seperti ini seharusnya dapat dicegah.
Pengemudi kendaraan berat wajib memastikan dimensi muatan sesuai ketentuan sebelum melintas.
Ia kembali menegaskan penyebab utama kejadian berasal dari kesalahan pengemudi.
Pemeriksaan terhadap kendaraan dan jalur yang akan dilalui dinilai sangat penting.
“Memang betul-betul pasti ini karena keteledoran dari pengemudi yang membawa alat berat yang melebihi kapasitas tingginya, sehingga menyebabkan kemacetan yang luar biasa,” jelas Pramono.
BACA JUGA:QJMotor FLY 150 2027 Tampil Lebih Segar, Siap Tantang Segmen Skutik Premium
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus memantau proses penanganan di lapangan.
Koordinasi dilakukan bersama Dinas Perhubungan, Dinas Bina Marga, dan Kepolisian.
Selama proses pembongkaran berlangsung, rekayasa lalu lintas diterapkan di sejumlah titik.
Langkah tersebut bertujuan mengurangi kepadatan kendaraan di sekitar Jalan Kapten Tendean.