Kondisi tersebut membantu pengendara mempertahankan fokus terhadap situasi lalu lintas.
Respons pengendara ketika menghadapi kondisi darurat juga menjadi lebih baik.
“Ketika posisi berkendara sudah benar, tubuh tidak mudah lelah sehingga konsentrasi tetap terjaga selama perjalanan,” ujar Agus Sani.
Menurutnya, keselamatan berkendara tidak hanya ditentukan kemampuan mengendalikan sepeda motor.
Persiapan fisik dan posisi tubuh juga menjadi bagian penting dalam budaya #Cari_Aman.
BACA JUGA:Investasi Tembus Rp 1 Triliun, Alva Perluas Ekosistem Motor Listrik dan Charging Station
Wahana Makmur Sejati berharap edukasi keselamatan berkendara terus meningkatkan kesadaran masyarakat.
Penerapan posisi berkendara yang benar dapat mengurangi kelelahan, menjaga fokus, serta membantu meminimalkan risiko kecelakaan di jalan.