Mereka melihat langsung proses perakitan mesin sepeda motor Yamaha.
Rombongan juga mengamati proses perakitan bodi hingga tahap pemeriksaan akhir kendaraan.
BACA JUGA:MAXi Yamaha Day 2026 Jabodetabek Perkuat Solidaritas Ratusan Rider dengan Rolling City
Kesempatan tersebut memberi pengalaman nyata mengenai standar produksi manufaktur global.
Peserta turut berdiskusi bersama tim Yamaha Institute mengenai kebutuhan kompetensi tenaga kerja masa depan.
Diskusi membahas peluang karier, strategi pemasaran, serta pengembangan sumber daya manusia di industri otomotif.
Yamaha berharap pengalaman tersebut dapat menjadi referensi pembelajaran bagi guru di sekolah masing-masing.
Assistant General Manager Sales PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing, Hendri Kartono, menegaskan perusahaan terbuka mendukung dunia pendidikan.
“Kami terus membuka kesempatan bagi insan pendidikan untuk belajar bersama Yamaha melalui berbagai program pengembangan kompetensi,” ujar Hendri Kartono.
“Kunjungan pabrik menjadi sarana berbagi pengetahuan sekaligus menunjukkan kualitas Yamaha sebagai manufaktur berskala global,” tambah Hendri.
Menurutnya, perusahaan ingin berkontribusi mencetak talenta yang siap memasuki dunia industri.
BACA JUGA:Yamaha CLASSY Modifest 2026 Makassar Tampilkan Modifikasi Fazzio dan Grand Filano Bernuansa Lokal
Ia juga menyebut pertukaran pengetahuan menjadi bagian penting dalam membangun sumber daya manusia yang kompetitif.
Yamaha percaya sinergi pendidikan dan industri mampu meningkatkan kualitas lulusan sekolah vokasi.
Kolaborasi tersebut diharapkan menghasilkan tenaga kerja yang sesuai kebutuhan perusahaan modern.
Program kunjungan pabrik juga memperkuat pemahaman mengenai budaya kerja profesional.