Sang seniman berkomitmen penuh untuk menuangkan identitas visual tersebut ke dalam media batu alam.
Patung replika ini dipahat secara manual dari satu balok batu marmer utuh yang padat.
Melalui media batu ini, permukaan bodi motor yang biasanya menggunakan panel plastik dicat kini bertransformasi.
Sentuhan akhir pahatan tangan pada batu tersebut sukses memancarkan pantulan cahaya dan tekstur yang elegan.
Hal tersebut membuat keindahan proporsi bentuk asli dari lini skuter matik ini semakin terlihat menonjol.
BACA JUGA:Ramaikan IIMS Surabaya 2026, Komunitas Motor Unjuk Gigi dan Ramaikan Area Outdoor
Objek kontemporer yang identik dengan pergerakan pun berubah menjadi sebuah monumen yang abadi.
Konsep pendekatan seni yang diterapkan oleh Filippo Tincolini pada mahakarya ini terbilang sangat unik.
Sang seniman sengaja memilih gaya berkesenian yang terinspirasi langsung dari teknik non-finito milik Michelangelo.
Bagian depan bodi skuter matik tampak muncul dan terbentuk dengan sangat jelas dari bongkahan batu.
Sementara itu, bagian bodi motor yang lain sengaja dibiarkan tetap menyatu di dalam batu.
Keputusan taktis tersebut bertujuan untuk mengabadikan momen magis saat bentuk fisik sepeda motor mulai menampakkan diri.
BACA JUGA:Aplikasi Y-ON Yamaha Mudahkan Perjalanan Jauh, Pantau Servis dan Rekam Rute Otomatis
Batu marmer yang awalnya merupakan benda mati seolah memancarkan tanda-tanda kehidupan yang nyata.
Visualisasi tersebut terlihat seperti proses mekarnya bunga musim semi yang sangat indah dan dinamis.
Unsur bunga juga menjadi identitas penting yang melekat kuat pada hasil karya seni ini.