Mereka bertugas memantau perkembangan dan bersiap melakukan pengerasan aspal ulang.
Proses pengerasan aspal akan langsung dieksekusi setelah perbaikan saluran air dinyatakan rampung.
Petugas juga memasang pelat besi tebal di atas titik yang amblas.
Langkah darurat ini diambil demi menjaga keamanan para pengguna jalan.
Skema rekayasa lalu lintas berupa sistem buka tutup jalur juga mulai diberlakukan.
BACA JUGA:IIMS Surabaya 2026 Resmi Dibuka, Siap Berikan Pengalaman Otomotif Terbaik
“Untuk keamanan pengendara dan mengurangi kemacetan, dilakukan pula penanganan sementara dengan menutup jalan yang amblas menggunakan pelat besi sebagai jalan darurat,” jelas Siti Dinarwenny selaku Kepala Pusat Data dan Informasi Dinas Bina Marga DKI Jakarta.
“Rekayasa lalu lintas dengan buka tutup jalur juga diberlakukan agar masyarakat tetap dapat melintas di lokasi,” tambahnya.
Laporan awal mengenai penurunan tanah ini sebenarnya sudah diterima sejak Rabu malam.
Laporan berharga tersebut datang dari aduan masyarakat dan petugas PPSU setempat.
Tim Satuan Pelaksana Bina Marga Kecamatan Jagakarsa langsung mengecek ke lokasi.
Petugas kemudian segera melakukan tindakan pengamanan sementara pada Kamis pagi.
BACA JUGA:Sinergi Bagi Negeri, Wahana Artha Group Beri Kontribusi Nyata Lewat Program Sosial Berkelanjutan
Koordinasi intensif dengan Dinas SDA juga langsung dilakukan secara kilat.
Hal ini karena indikasi awal kerusakan mengarah pada konstruksi saluran air.
Berdasarkan pemeriksaan lapangan, kondisi tanah di bawah aspal ternyata sudah kopong.