Pihak dinas terkait menaruh harapan besar pada kesuksesan finansial sepanjang pameran berlangsung.
“Harapannya, penyelenggaraan IIMS Surabaya 2026 bisa menciptakan perputaran ekonomi yang bermanfaat bagi provinsi,” tambah Iwan.
Pada kesempatan yang sama, Presiden Direktur Dyandra Promosindo, Daswar Marpaung, memberikan analisis ekonomi makro.
Ia menilai bahwa industri kendaraan memiliki kaitan yang sangat erat dengan pertumbuhan ekonomi Jawa Timur.
Menurut pandangannya, wilayah Surabaya memiliki potensi ceruk pasar yang sangat masif bagi para agen pemegang merek.
BACA JUGA:Catat Tanggalnya! GIIAS 2026 Siap Guncang ICE BSD dengan Kehadiran Banyak Merek Baru
Karakteristik konsumen yang adaptif menjadi alasan utama pemilihan lokasi pameran bergengsi ini di Kota Pahlawan.
Daswar mengibaratkan ekosistem industri ini seperti komponen mesin penggerak finansial yang andal.
Sektor ini disokong penuh oleh ketersediaan infrastruktur wilayah serta daya beli masyarakat yang kokoh.
“Industri otomotif dan Jawa Timur memiliki keterkaitan yang erat,” jelas Daswar Marpaung.
Pihak promotor optimistis bahwa tren positif pasar otomotif daerah akan terus terjaga dengan baik.
“Industri otomotif menjadi salah satu motor penggerak bagi perekonomian nasional dan Jawa Timur khususnya Surabaya,” tutup Daswar Marpaung.