JAKARTA, DUNIASCOOTER.COM -- Proyek pembangunan Flyover Latumenten di wilayah Jakarta Barat saat ini mulai pada proses erection girder.
Tahapan ini merupakan proses pengangkatan serta pemasangan bagian gelagar beton pracetak.
Komponen tersebut nantinya berfungsi penuh sebagai struktur utama bangunan jembatan layang.
Pihak Dinas Bina Marga DKI Jakarta membagi jadwal pemasangan beton ini menjadi dua sesi pengerjaan.
Sisi barat Jalan Prof Dr Latumenten berlangsung sejak tanggal 18 hingga 26 Mei 2026.
Sementara sisi timur Jalan Dr Makaliwe Raya pada 29 Mei sampai 5 Juni 2026.
Seluruh aktivitas pengangkatan beton ini berjalan pada malam hari mulai pukul 22.00 sampai 04.00 WIB.
BACA JUGA:Operasi Gabungan Digelar, Razia Pajak Kendaraan Bermotor Jaring Ratusan Pelanggar di Garut
“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin ditimbulkan selama proses pekerjaan berlangsung,” ungkap Siti Dinarwenny, Kepala Pusat Data dan Informasi Dinas Bina Marga DKI Jakarta.
“Kami mengimbau masyarakat agar menyesuaikan waktu perjalanan dan mematuhi rambu maupun arahan petugas di lapangan,” lanjutnya.
Pembangunan flyover tersebut ditujukan untuk meminimalisir risiko kecelakaan di area perlintasan kereta api.
Keberadaan jalur layang juga dipercaya sanggup memotong waktu tempuh perjalanan harian para pengendara.
Arus kendaraan bermotor di permukaan jalan nantinya akan dipisahkan sepenuhnya dari perlintasan jalur kereta.
“Tentunya keberadaan flyover ini juga akan memudahkan perpindahan pengguna moda transportasi dengan adanya TOD Stasiun Grogol dengan Halte Transjakarta atau Jaklingko maupun transportasi umum lainnya,” jelas Siti Dinarwenny.
Dinas Perhubungan dan instansi terkait juga telah merancang skema pengalihan rute jalan raya selama proyek berlangsung.